Bagaimana Melakukan Video Chat di Facebook?

Jakarta - Facebook menepati janjinya menghadirkan kejutan menjelang akhir pekan ini. Sebuah fitur baru berupa video chat resmi meluncur. Memang, belum semua pengguna bisa menikmatinya. Tapi tidak ada salahnya mengetahui lebih dulu cara menggunakannya.

1. Video chat dengan seorang teman

Langkah pertama memulai video dengan seorang teman, pengguna yang komputernya telah dilengkapi webcam hanya perlu mengklik nama teman yang akan diajak video chat. Selanjutnya, klik ikon video di toolbar biru pada jendela chat teman dan video chat bisa langsung dimulai.




 

2. Video chat dengan lebih dari satu orang teman

Ingin video chat lebih ramai dengan mengajak ngobrol sekelompok teman? Lakukan saja video chat dengan lebih dari satu teman. Klik ikon roda gigi di toolbar biru jendela chat teman yang sudah diajak video chat. Ikon ini mengantarkan kita pada Actions menu. Selanjutnya, pilih 'Add Friends to Chat' lalu ketikkan nama teman-teman yang sedang online, yang akan diajak video chat. Jika sudah, klik 'Done'.



 


3. Mengakhiri video chat dengan banyak teman


Caranya semudah ketika memulai percakapan. Anda bisa menutup sesi chat dengan lebih dari satu teman dengan mengklik kembali ikon roda gigi di jendela chat untuk masuk ke 'Actions Menu'. Kemudian, tinggal klik 'Leave Conversation'.

 

4. Mengulang percakapan yang sudah lama

Anda tidak sengaja menutup jendela percakapan? Atau Anda mengakhiri percakapan beberapa hari lalu dan ingin melanjutkannya lagi dengan kelompok teman yang sama? Klik tombol 'Messages' atau pesan pada toolbar biru di kiri atas halaman Facebook. Sesi chat akan muncul di daftar five most recent chats. Selanjutnya, klik percakapan yang Anda inginkan untuk memulai lagi video chat.

Jika percakapan yang diinginkan tidak ada di daftar five most recent chats, untuk mencarinya klik 'See All Messages' di drop down window. Atau bisa juga dengan mengklik 'Actions' dan 'Search This Conversation'.


Perlu diingat, saat akan memulai video chat, pastikan bahwa webcam di perangkat Anda telah menyala. Dan ketika pertamakalinya Anda menggunakan video chat Facebook, Anda mungkin akan diminta mengunduh dan menginstal software yang diperlukan agar layanan tersebut bisa berjalan sempurna dengan webcam atau microphone Anda.


 






(detik.com)
Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati

Jakarta - Predator online adalah seseorang yang berlagak ramah dan berusaha menjadi teman para pengguna internet anak-anak dan remaja. Namun sifat ramahnya itu menyimpan misi berbahaya, yakni demi memuaskan hasrat seksual mereka.

Para pelaku kejahatan ini biasanya beroperasi di chat room atau situs jejaring sosial macam Facebook dan MySpace. Modus yang mereka gunakan biasanya pertama kali adalah untuk meraih kepercayaan dari calon korbannya.

Segala hal mereka lakukan, mulai dari berbohong mengenai asal usulnya hingga berperilaku baik. Misalnya, pelaku sudah berumur 30 tahun, namun saat berkenalan di chat room ia mengaku sebagai remaja ABG berumur 17 tahun. Kebohongannya itu bahkan dipertegas dengan foto di accountnya yang memajang foto remaja 17 tahun yang tampan.

Nah, hal inilah yang kadang kurang diwaspadai calon korban. Mereka sudah terlebih dulu terlena dengan sosok palsu si predator tersebut yang digambarkan dengan sosok yang tampan dan keren, layaknya impian para remaja wanita.

Namun awas, ketika korban sudah termakan bujuk rayu sang predator, maka langkah selanjutnya adalah ia akan dirayu untuk memuaskan hasrat seksual pelaku. Mulai dari diminta untuk mengirimkan foto atau berpose tak senonoh via webcam hingga diajak untuk kopi darat untuk melakukan hubungan intim.

Ya, begitulah tindak tanduk kotor dari sang predator. Dengan memanfaatkan kelengahan korban, ia bisa menyebabkan berbagai hal mengenaskan.

Untuk itu diperlukan perhatian orangtua menanggapi hal ini. Berikut adalah kiat bagi para orangtua dalam menjaga buah hatinya dari predator online yang dikutip detikINET dari Internet Safety, Kamis (1/4/2010):

1. Bicaralah dengan anak Anda tentang geliat predator online ini. Beri pengertian anak mengenai ancaman yang ditebarnya. Sebab bisa saja, anak Anda tengah atau pernah menjadi target sang predator.

2. Bekali anak Anda cara menghadapi rayuan dari predator online. Tegaskan kepada anak untuk tidak takut untuk menendang alias memblok pengguna internet yang membuat mereka tidak nyaman.

3. Tempatkanlah komputer di lokasi yang ramai lalu lalang orang di rumah, jangan di tempat yang sepi. Buat kondisi agar pengguna rumah dapat mengawasi kegiatan online anak.

4. Hindari chat room. Memang tidak semua ajang ngobrol di chat room berisi hal-hal tidak baik. Namun bagi anak-anak rasanya kurang cocok. Jika Anda masih tetap ingin membiarkan anak-anak gabung ke chat room, pastikan bahwa forum interaksi dunia maya yang diikuti sang buah hati sudah dimoderasi.

5. Hati-hati dengan informasi di account Facebook dan MySpace. Pastikan bahwa profil atau halaman situs jejaring sosial anak Anda dalam kontrol sistem keamanan tinggi. Sebaiknya jangan memposting info diri dengan terlalu detail di account tersebut. Sebab, data pribadi itu bisa diakses oleh siapapun dan dapat pula dimanfaatkan untuk hal-hal tidak baik.


( sumber :detik.com )
Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati

Jakarta - Demam Facebook sedang melanda masyarakat dari semua lapisan dan golongan. Kehadiran Facebook memang dapat membantu kita untuk berinteraksi dengan teman lama, atau sekadar mencari teman baru. Kita juga bisa menambahkan komentar, foto, bahkan video di halaman Facebok, yang memungkinkan orang lain untuk mengomentarinya.

Bagi para "Jamaah-Facebookiah", fitur notifikasi atau pemberitahuan di inbox email terkait semua aktivitas di Facebook mungkin berguna, tapi ada juga yang merasa terganggu dengan notifikasi yang membanjiri inbox e-mail tersebut.
 
Jika Anda termasuk orang yang merasa terganggu dengan banjir notifikasi Facebook ini, Anda bisa mencoba empat langkah sederhana yang telah diuji coba detikINET untuk menonaktifkan fitur tersebut.

Berikut empat langkah mengatasi banjir notifikasi tersebut:
1. Login akun Facebook Anda
2. Pilih menu pengaturan/setting pada kanan atas halaman Facebook Anda
3. Pilih menu pemberitahuan/notifications.
4. Selanjutnya anda dapat memilih pemberitahuan apa saja yang seharusnya masuk inbox e-mail Anda atau Anda dapat memilih untuk menonaktifkan semua pemberitahuan agar inbox Anda bersih dari notifikasi.

Sangat mudah bukan?




(sumber :detik.com)
Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati